
MANADO – Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Utara menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal masa depan pendidikan bangsa. Hal ini ditandai dengan kehadiran Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Sulut, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum., bersama Sekretaris Siska Zakaria, S.HI., di acara Konferensi Wilayah (Konferwil) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Sulawesi Utara.
Acara yang berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di Aston Hotel Manado ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Cerdas, Berakhlak dan Berbudaya Lokal”. Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Kakanwil Kemenag Sulut Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd., Kabid Pendis Ahmad Sholeh, M.Pd., serta Ketua Wilayah Pergunu Sulut KH. Narto Pakaya, S.Ag., M.Pd
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum. menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Konferwil Pergunu. “Pergunu memiliki peran vital dalam membentuk ekosistem pendidikan yang seimbang. Ini bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tapi juga tentang pembentukan akhlak mulia dan penguatan identitas budaya lokal,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan kesiapan Fatayat NU untuk bersinergi. “Kami, Fatayat NU, siap berkolaborasi dengan Pergunu dalam berbagai program strategis. Kami memiliki visi yang sama untuk mencetak generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu menjaga budaya lokal sebagai identitas kebangsaan,” tambah Prof. Rosda.
Sinergi antara Fatayat NU dan Pergunu dinilai sangat krusial. Fatayat, sebagai organisasi kepemudaan perempuan NU, dapat bekerja sama dengan Pergunu, wadah para guru NU, untuk mengawal pendidikan anak bangsa dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sebuah gerakan pendidikan yang holistik, di mana para pelajar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, spiritualitas tinggi, dan bangga akan warisan budayanya. (FH)

No responses yet